Senin, 17 Juni 2013

Sadarkah anda sekarang??

Open Your Eyes !!
"Yaaah itu semua tergantung kesadaran masing-masing orang mas"
Seperti itulah yang sering kita dengar tiap kali mulut kita bertanya tentang kesalahan yang tampak di sekitar kita, pertanyaan itu seolah-olah ingin melemparkan semua kesalahan pada orang lain, pada seseorang ( yang kita tidak tahu menahu siapa dia, dan yang kita tidak mengerti di mana keberadaannya,) yang kata"nya" secara tidak langsung mengatakan dia sebagai orang yang "tidak sadar".Bener toh??......

     Well coba liat kejadian-kejadian yang baru saya alami di bawah ini ;
First
- Ada seorang mahasiswa membuang sampah sembarangan, padahal 3 meter di samping tempat dia duduk ada tempat sampah tak terlihat. (kenapa saya bilang tak terlihat?, bayangkan saja sebuah tempat sampah sepi dengan rongsokan sampah di sekitarnya) Saat itu terbesit pikiran iseng di otak saya, "Mungkin tempat sampah sekarang terlihat kuno dan gak menarik perhatian orang, gimana kalo kita buat tempat sampah bentuk ring basket?" (sekalian buang sampah, sekalian maen baket) "Hahaha". Well sorry~ balik lagi ke topik, saya tidak mewawancarai si (sebut saja bunga) yang sedang membuang sampah itu, namun kepala tertuju pada manusia yang duduk tepat setelah si bunga pergi (sebut saja Tahu, Mennn ini seperti acara invetigasi yaa?, pake tak sebut nama segala, privasi menn privasii....).
   (sebelum nya omong basa-basi dulu biar macak sok kenalan) and then..
    "Mass, gak liat di bawah ada sampah ya mas" tanya ku.
    "Terus??" balik tanya.
    "Kok la ya gak di buang di tempat sampah mas?" 
    "Lah bukan saya yang buang kok mas" (sama-sama manggil mas, ora tw sapa yang lebih tua se)
    "Kenapa ya, mereka gak buang aja di tempatnya, padahal tempat sampahnya deket,?"
    "Yaaaah itu semua tergantung kesadaran masing-masing orang mas"
   (Dalam  hati) "OMG, pantes saja sampah-sampah berserakan, lah mahasiswa-mahasiswanya aja kuliah  pada gak sadar alias tiduran!!, buktinya buang sampah aja gak kena-kena sasaran!!!"
Turu ma menn~
Second
- Kejadian ini terjadi setelahnya, tepatnya saat teman-teman saya berkumpul bersama mengadakan evaluasi bersama tentang hasi wawancara yang di lakukan masing, masing. oh ya saya lupa bilang kalau kita melakukan SOSEK mewawancarai dan mengumpulkan data informasi tentang sampah di lingkungan Unej. (karena pembicaraannya cukup banyak memakan tempat dan waktu, saya skip jauh menuju kesimpulan-kesimpulan saja)

   A ; "Yaah, kesimpulan dari kelompok kami yang telah melakukan sosek ke pedagang di sekitar jalan jawa, dan jauh-jauh sampai ke Palapa, baik itu mahasiswa dengan sampahnya, pedagang yang membuang  sisa dagangannya ke selokan (yang katanya untuk membersihkan jalanan unej, "bilang aja biar tempat dagang besih, dan banyak pelanggan hehe,"), dan Pihak Palapa yang sampai membuat kegiatan Jum'at bersih untuk unej, (tapi kok tetap aja membuang sampah-sampahnya ke sungai -.-"a), itu semua nantinya akan kembali pada kesadaran diri individunya"

   B ; "Jadi kesimpulan dari kelompok kami, bagaimana sampah-sampah di selokan itu bisa tersumbat dan menyumbat, semua tidak lepas dari kesadaran manusia-manusia sekitarnya,".

    ....................
    .............
    ......
    ...

"Terus sampai kapan kita mau nunggu orang-orang itu pada S-A-D-A-R??"
"Meenn, anak kecil juga tw, paling membosankan menunggu bangun orang yang sedang tidur,!!"
"Siram tuh Orang!!,"
"Oy Shubuh OY bangunn!!,"
(penggambarannya sedikit alay ya -.-"a)

    Kesadaran adalah keadaan seseorang di mana ia tahu/mengerti dengan jelas apa yang ada dalam pikirannya. Sedangkan pikiran bisa diartikan dalam banyak makna, seperti ingatan, hasil berpikir, akal, gagasan ataupun maksud/niat.

    Sebagai gambaran untuk memperjelas, misalnya ada seorang anak melihat sampah. Keadaan melihat tersebut yang… ia sadari sendiri itu dinamakan kesadaran. Sedangkan sampah yang ia lihat yang menimbulkan anggapan besar atau kotor disebut pikiran (persepsi). Reaksi hati dari risih dan jijik  adalah bentuk dari perasaan. Kemudian reaksi pikiran yang ingin jauh dari atau ingin membersihkan sampah tersebut itu yang dimaksud dengan niat/kehendak/maksud. Kata pikiran bermakna sangat luas sehingga ada yang menggunakannya dalam konteks sebagai niat atau kehendak.

      Kita yang melihat sebuah keburukan dan sebuah kebaikan di depan kita merupakan sebuah bentuk kesadaran kita sebagai manusia. Sebuah bukti bahwa diri kita sedang hidup. Kesadaran masyarakat timbul karena kesadaran pribadi, semua hal besar bermula dari hal yang kecil, Aa Gym juga pernah berkata, mulai dari diri sendiri, mulai dari yang terkecil, mulai dari sekarang. Jika bukan kita yang mencoba membangunkan mereka dari ketidak sadarannya, lalu siapa lagi?

Sooo??
        
      Cobalah tanamkan diri kita saat ini untuk tidak lagi melempar semua tanggung jawab dan kesalahan yang terlihat, pada orang lain yang kita tidak tahu siapa dan dimana dia berada. Karena, hal tersebut secara tidak sengaja bisa membuang kesadaran kita sebagai seorang manusia.

Stop omong,.
     "Semua itu tergantung kesadaran mereka masing-masing"

Now katakan!,.
     "Kalo gak kita yang nyontoh and nyadari, sapa lagi"

Gak sadar"? wes alamat mereka dah jadi mahluk mati, hingga hidayah membuka mata mereka :D
"Manusia hanya bisa berusaha, Allahlah yang menentukan segalanya"

     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar